ASI is The Best Choice For My Baby

Lilypie Breastfeeding tickers
Tampilkan postingan dengan label EPIDEMIOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EPIDEMIOLOGI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Januari 2011

STRATEGI PENCEGAHAN TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT


  1. Primordial
v  Penyebaran pamflet tentang bahaya seks pranikah
v  Penetapan dan peringatan hari bebas rokok sedunia
v  Pencegahan malnutrisi dengan konsumsi menu seimbang
v  Kampanye salah satu pencegahan AIDS dengan setia pada pasangan
v  Penyebaran pamflet tentang bahaya narkoba yang dapat merusak fisik dan mental generasi muda bangsa Indonesia.

  1. Primary prevention
    1. Health promotion
Ø  Perbaikan dan peningkatan gizi
Ø  Perbaikan higiene dan sanitasi lingkungan, seperti : penyediaan air bersih, perbaikan dan penyediaan tempat pembuangan sampah, dan perumahan sehat.
Ø  Olahraga secara teratur sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing individu
Ø  Kesempatan memperoleh hiburan yang sehat untuk memungkinkan perkembangan kesehatan mental dan sosial.
Ø  Nasehat perkawinan dan pendidikan seks yang bertanggungjawab.

    1. Specific protection
Ø  Memberikan imunisasi pada golongan yang rentan untuk pencegahan terhadap penyakit tertentu
Ø  Isolasi terhadap penderita penyakit menular
Ø  Perlindungan terhadap kemungkinan kecelakaan di tempat-tempat umum dan di tempat kerja.
Ø  Perlindungan terhadap bahan-bahan yang bersifat karsinogenik, bahan-bahan racun maupun alergi.
Ø  Pengendalian sumber-sumber pencemaran.

  1. Secondary prevention
a.      Fase presimptomatis
o   Tes Pap smear
o   Terapi (profilaksis) obat anti malaria untuk mencegah terjadinya infeksi P. falciparum atau untuk mencegah timbulnya gejala klinis oleh karena parasit ini tidak mempunyai fase eksoeritrosit.
o   Pemberian antibiotik untuk mencegah timbulnya gejala akibat infeksi
o   Observasi tiap 3-6 bulan untuk menilai pembesaran mioma uteri sebelum pasien masuk gejala klinis
o   Pencegahan serta pengobatan infeksi opportunistik dan kanker

b.      Fase klinis
o   Pemberian obat anti malaria jenis skizontisid kepada penderita malaria
o   Dialisis dan program transplantasi bagi penderita gagal ginjal kronik dengan gejala klinis yang jelas meski telah dilakukan terapi konservatif
o   Pengobatan antiretroviral untuk penderita AIDS yang telah memasuki fase klinis
o   Pemberian amfetamin atau intoksikasi teofilin untuk pasien yang keracunan
o   Pemberian antipiretik untuk pasien  DHF dengan gejala klinis demam.

c.       Fase subceptable
o   Pemberian vasodilator untuk menurunkan beban jantung (mis : nitrogliserin) untuk penderita gagal jantung.
o   Pemberian terapi insulin bagi penderita diabetes mellitus
o   Pemberian DMARD untuk melindungi rawan sendi dan tulang dari proses destruksi akibat artritis reumatoid.
o   Pemberian vitamin B12 1000 mg/hari im selama 5-7 hari, 1 kali tiap bulan untuk pasien anemia pernisiosa
o   Pemberian antihipertensi untuk pasien dengan hipertensi


  1. Tertiery prevention
    1. Disability limitation
·         Penyempurnaan dan intensifikasi pengobatan lanjutan agar terarah dan tidak menimbulkan komplikasi
·         Pencegahan terhadap komplikasi dan kecacatan
·         Perbaikan fasilitas kesehatan sebagai penunjang untuk dimungkinkan pengobatan dan perawatan yang lebih intensif
·         Penyediaan fasilitas umum yang memadai untuk para penyandang cacat
·         Penyediaan fasilitis pelindung diri dari kecacatan atau kecelakaan di tempat kerja

    1. Rehabilitation
§  Mengembangkan lembaga-lembaga rehabilitasi dengan mengikutsertakan masyarakat
§  Menyadarkan masyarakat untuk menerima mereka kembali dengan memberikan dukungan moral setidaknya bagi nyang bersangkutan untuk bertahan
§  Mengusahakan perkampungan rehabilitasi sosial sehingga setiap penderita yang telah cacat mampu mempertahankan diri
§  Penyuluhan dan usaha-usaha kelanjutan yang harus tetap dilakukan seseorang setelah ia sembuh dari suatu penyakit.
§  Penyediaan panti rehabilitasi untuk para mantan pecandu narkoba
§  Terapi mekanik atau occupational therapy bagi penderita artritis reumatoid